Nah, belakangan pikiran ini agak mengganggu, bahkan bikin pusing. Jadi gue berniat mengeluarkannya. Gini ceritanya. Temen (lumayan deket) gue, orangnya baik banget. Suka membantu (ini serius). Lu minta tolong apa aja, sebisa mungkin dia bakal bantu. Apalagi kalo udah mendesak bgt. Kayak nitip ngeprint tugas, tipsen, minta cariin sesuatu, minjem laptop, dll. Jujur aja, gua suka sama sikap baiknya dia. Tapi satu yang ga gue suka, beberapa kali dia bilang bahwa dia percaya kalo dia berbuat baik dan mau nolong orang, suatu saat dia terjatuh dan membutuhkan pertolongan, akan ada orang-orang yang membantunya. Istilahnya seperti balas budi. Gua cukup setuju sih dengan pemahaman yang udah umum ini. Dan sesuai juga sama hukum tabur tuai yang gue percayai.
Tapi yang janggal, lama-kelamaan gua perhatiin konsep ini jadi kayak apa-apa lu mengharapkan imbalan, meskipun ga secara langsung. Tanpa sadar, saat lu melakukan sesuatu, lu mengharapkan hal yang sama (kebaikan) terjadi pada lu di suatu hari nanti. Dan hal ini terbukti saat temen gue butuh pertolongan, tapi temannya ga bisa bantu, seketika dia langsung ngedumel. Lagi-lagi tanpa sadar, dia menghitung apa yang telah dilakukannya kepada temannya tersebut, namun dia ga dapet balasan yang setimpal.
Jadi setelah gue renungkan, poin pertama yang gua dapatkan dari kasus ini, memang benar firman Tuhan dalam Alkitab, kita harus hidup di dalam kasih. Berbuat atau melakukan segala sesuatu dengan penuh kasih. Seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia, bukan pula agar kita dapat balasan kebaikan di masa depan.
Poin kedua, kalau pun kita terjatuh dan butuh pertolongan, harusnya kita hanya berharap kepada Tuhan Allah saja, bukan berharap ditolong manusia. Meminta, berseru, dan memohon pertolongan pada Tuhan, karena tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar seruan-seruan kita. Percaya deh, pertolongan dari Tuhan itu ga pernah terlambat. Selalu tepat pada waktunya. Dan saat waktu tersebut itu tiba, kita sadar bahwa kebaikan Tuhan nyata dalam hidup kita melalui orang-orang di sekitar kita. /pertolongan dari Tuhan melalui manusia, bukan murni dari manusia/
Tulisan ini cuma sekedar opini gua aja sih, yang kebetulan ga sejalan sama pemikiran temen gua. Jugaaaa, sebagai reminder buat gua untuk selalu berharap dan mengandalkan Tuhan. Kalau temen-temen punya pendapat sendiri dan mau share, boleh disampaikan di kolom komentar atau pc aja yahh~
Thank you for reading, pals! Gutnait&Gbu:*